Monday, May 1, 2023

PENGERTIAN KALAM

 


Pengertian Kalam Dalam Bahasa Arab

Inti sari dari pembelajaran Ilmu Nahwu adalah mempelajari pengertian kalam dalam bahasa arab.

kalam dalam Ilmu Nahwu menduduki posisi yang sangat penting dan wajib dipelajari bagi setiap orang yang mempelajari Ilmu Nahwu,maka disini akan kami jelaskan pengertian kalam serta pembagiannya. Sebagi berikut :

Pengertian kalam

 Kalam adalah lafadh,murakkab,mufid, dan bil wadh’i

Empat hal diatas merupakan syarat diterimanya kalam itu sendiri, adapun arti dari setiap syarat yang harus dipenuhi itu adalah sebagai berikut :

  • Lafadh adalah suara yang mencangkup huruf dari huruf-huruf hija’iyah di dalamnya. Seperti زَيْدٌ dan قَامَ .
  • Murokkab adalah kalimat yang tersusun dari beberapa kata. Seperti قَامَ زَيْدٌ (zaid telah berdiri)dan pembagian tarkib (kalimat yang tersusun) itu ada yang disebut jumlah ismiyyah(kalimat yang tersusun dari kata benda dengan kata benda),jumlah fi’liyyah(kalimat yang tersusun dari kata kerja dan kata benda),dll.
  • Mufid adalah kalimat yang bisa memahamkan lawan bicara kita. Seperti جَاءَ الْأُسْتَاذُ إِلَى الْفَصْلِ (ustadz telah datang ke kelas).
  • Bil wadh’i adalah dengan bahasa arab dan dengan tujuan yang jelas.

Jadi kalimat atau perkataan seorang itu tidak dianggap dengan kalam jika tidak memenuhi semua syarat atau tidak memenuhi salah satu syarat dari empat syarat yang disebutkan diatas

 

 oke semoga bermanfaat...

 

 

Monday, April 17, 2023

CAHAYA MATA

 CAHAYA MATA

karya: Ahmad Nur Hasan

Butiran embun secerah harap 

Bening dan membiaskan sang surya

saat hadirmu...tanda senyum setiap nafas 

Nilai kehidupan yang tak hanya....tak hanya terasa masa lampau..Tapi ..jauh di ujung pengharapan

Di masa yang akan datang...jauh di ujung pandang kahidupan...

wahai cahaya mataku..teruslah berkembang dan jangan layu..negeri ini milikmu

harum namamu 

Adalah kebahagiaan

di saat tubuh kuat ini mulai renta..

Teruslah kobarkan

Semangat kesolehanmu..

ayah ..ibu...bangga kearifanmu

Ayah ...ibu titip..padamu

di lautan ilmumu

jaga Imanmu....


13/04/2023

Sunday, April 9, 2023

MERAJUT HATI BUAT MALAM SERIBU BULAN


Doc.adk El pergi ngaji

MERAJUT HATI BUAT MALAM SERIBU BULAN

Karya : Ahmad Nur Hasan

Ya Robb..

Semua hati meroja' pada hadirnya

menemuinya adalah sebuah anugerah..

Tidak semua jiiwa terpaut pada hadirnya

Seribu bulan sebutannya

Kemulyaan berkat hadir kalamNya

Iqro'..iqro'.dan iqro' jibril Menuntun sang Mustofa

Pada  hamparan lautan tinta ilmuNya

Sungguh...kemulyaan Itba' pada Uswah Nya

Ya Robb....sang pemilik Asmaul Husna..

Hati ini sadar penuh goresan dan noda

Namun jiwa ini juga rindu  bersua sang Malam qadarNya

Dan Rahmatmulah  ya Robb...pembasuh..

Sehingga jiwa ini pantas menemuinya..merengkuh kemulyaan...sang malam seribu bulan..

Langkah kaki ini sadar  ya Robb..tak sekuat...mimpi-mimpi dalam hati kecil 

Namun daya dan upaya..

Serta kekuatanMU Ya Robb..diatas segalanya..

Ridhoi ..jiwa yang Dhoif  jiwa yang kotor ini..mejadi jiwa yang karim..berkat malam seribu Bulan Mu..

Di Ramadhan ini...

ya Robb..ya Robbal 'alamiin..

Thursday, April 6, 2023

SYARAT MENCARI ILMU

 

Dok.Anak Kls 12 DU SJ angkatan 2022-2023

Kultum Romadhan hari ke 7 MA/MTS DU SJ  2023

Sumber; Talim mutaalim

Syarat mencari ilmu dan berkah

1.Niat

Niat yang paling benar dan utama adalah mencari Ridho Allah

2.Jangan merendahkan ilmu dan ahli ilmu

Mulyakan ilmu dan guru guru kita

3.Berpakaian yg rapi

By.Anh

Harapan pegiat romadhan

 


Khutbah Jumat: Lima Harapan Pegiat Ramadhan   السلام عليكم و رحمة الله و بركاته بسم الله و الحمد لله اللهم صلى على سيدنا محمد و على أله  و صحبه أجمعين Salam Sahabat Hanapi Bani. Khutbah I اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا وَقِيَامَ لَيَالِيْهِ تَطَوُّعًا وَصِيَامَ نَهَارِهِ وَاجِبًا وَثَوَابَ الْعَمَلِ فِيْهِ مُضَاعَفًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ سَيِّدُ وَلَدِ عَدْنَانْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَصَحْبِهِ ذَوِيْ الْمَجْدِ وَالْعِرْفَان. أَمَّا بَعْدُ فَـيَا أّيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بَتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ Ma’asyiral Muslimin hafidhakumullâh, Apa sebenarnya cita-cita dan harapan seorang muslim yang giat di bulan Ramadhan? Jawabannya tergambar dalam doa yang sering dipanjatkannya di sepanjang malam bulan Ramadhan. Tentu saja doa-doa itu banyak sekali. Khatib membatasi pada “Doa Kamilin” saja yang biasa dibaca usai Shalat Tarawih.  Nama “Kamilin” diambil dari salah satu kalimat awal dalam doa tersebut. Doa itu lumayan panjang hingga satu halaman. Ada sekitar 24 permintaan dan harapan yang dipanjatkan dalam doa tersebut. Pada khutbah Jum’at kali ini, khatib hanya mengambil 5 kalimat doa saja untuk diuraikan secara singkat dan padat. Dalam kitab Mutiara Ramadhan yang disusun oleh Abuya KH Abdurrahman Nawi, doa tersebut berbunyi: اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ وَلِلصَّلَاةِ حَافِظِيْنَ وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ Artinya: “Ya Allah, jadikalah kami golongan yang sempurna dengan (di dalam) iman, yang mampu menunaikan berbagai kewajiban, memelihara shalat, melaksanakan zakat dan hanya mencari (ridha) di sisi Engkau.” Hadlirin yang berbahagia, Ada 5 (lima) harapan dan cita-cita dalam doa tersebut. Pertama, kesempurnaan iman. Kedua, kemampuan menunaikan berbagai kewajiban. Ketiga, mampu memelihara shalat. Keempat, mampu melaksanakan zakat. Kelima, ikhlas mencari ridha Allah ﷻ.  Harapan pertama yaitu kesempurnaan iman (اَلْكَامِلِيْنَ بِالْإِيْمَانِ). Bagaimanakah kesempurnaan itu didapat. Baginda Rasulullah ﷺ bersabda: اَكْمَلُ الْمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا اَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُكُمْ خِيَارُكُمْ لِنِسَائِهِمْ  Artinya: Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan sebaik-baik kalian adalah yang berlaku baik kepada istrinya. (HR Turmudzi) Dalam kitab Mauidhatul Mu’minin karya Syekh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi dikatakan bahwa empat pokok akhlak yang mulia adalah: keberanian, keadilan, kebijaksanaan, dan menjaga kehormatan. Karena itu, mari kita berlomba-lomba menjadi seorang pemberani yang adil, bijaksana dan menjaga kehormatan berdasarkan tuntunan ajaran Islam yang dibawa oleh Baginda Rasulullah ﷺ. Harapan kedua, yaitu dapat menunaikan segala kewajiban (وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ) . Maknanya, mampu bertakwa kepada Allah ﷻ, menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi larangannya. Kemampuan itu dinamakan taufiq yang diciptakan Allah ﷻ. Apa itu taufiq? Dalam kitab Syarah An-Nawâwi alâ Muslim I/73, taufiq adalah   خَلْقُ قُدْرَةِ الطَّاعَةِ Artinya: “Diciptakannya kemampuan untuk taat kepada Allah ﷻ.  Berdasarkan QS al-Baqarah ayat 183, kemampuan itu dapat diraih dengan berpuasa di bulan Ramadhan. Allah menjanjikan kita dapat bertakwa dengan ungkapan “la’allakum tattaqun” yang artinya, pasti kalian menjadi orang yang bertakwa jika kalian melaksanakan kewajiban puasa di bulana Ramadhan. Harapan ketiga, yaitu shalat yang terpelihara (وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ). Bagaimanakah caranya agar shalat kita terpelihara?. Pertama-tama harus kita pahami bahwa Allah ﷻ tidak hanya memerintahkan shalat tapi memelihara dan menegakkan shalat.  Allah SWT berfirman:   أَقِمِ الصّلَاةَ لِذِكْرِيْ Artinya: “Dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku (Allah ﷻ).” (QS Thaha: 14) حَافِظٌوْا عَلىَ الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وقُوْمُوْا للهِ قَانِتِيْنَ  Artinya: “Peliharalah shalat 5 waktu dan shalat wustha (Ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu'.” (QS al-Baqarah: 238) فَوَيْلٌ لِلْمُصَلِّيْنَ. اَلَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ. اَلَّذِيْنَ هُمْ يُرَاؤُوْنَ وَيَمْنَعُوْنَ اْلمَاعُوْنَ Artinya: “Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, orang-orang yang berbuat riya, dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS al-Ma‘un: 4-6) Kita tidak diperintahkan shalat saja. Tapi menegakkan, mendirikan, dan memelihara shalat kita. Shalat kita harus lurus, tegak, dan terpelihara. Niatnya lurus. Caranya lurus. Hatinya khusyu’. Maka hasilnya pun juga insyaallah lurus dan benar. Yaitu tercegah dari perbuatan keji dan mungkar.   Harapan keempat, menjadi golongan penunai zakat (وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ).  Harapan ini adalah harapan yang sangat penting diwujudkan bagi pegiat Ramadhan. Sebab zakat tidak hanya zakat mal saja. Tapi juga zakat fitrah. Zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan pada saat bulan Ramadhan. Rasulullah ﷺ bersabda:   فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةٌ لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ Artinya: “Rasulullah mewajibkan zakat fitrah sebagai pembersih orang yang berpuasa dari ucapan yang tidak berfaidah dan jelek.” (HR Abu Daud dan Ibnu Majah) Harapan kelima, mencari tempat yang mulia dan keridhaan di sisi Allah (ﷻ (وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ).  Harapan ini menjadi harapan penyempurna bagi seluruh harapan pegiat Ramadhan. Artinya, semua amal ibadah kita harus ditujukan semata-mata hanya karena mengharap ridha Allah ﷻ (ikhlas).  Al-Imam Al-Haddad berkata dalam kitabnya an-Nashâ’ihud Dîniyyah:  مَعْنىَ الْإِخْلاَصِ أَنْ يَكُوْنَ قَصْدُ اْلإِنْسَانِ فِيْ جَمِيْعِ طَاعَاتِهِ وَأَعْمَالِهِ مُجَرَّدَ التَّقَرُّبِ إِلىَ اللهِ تَعَالىَ وَإِرَادَةِ قُرْبِهِ وَرِضَاهُ, دُوْنَ غَرْضٍ أَخَرَ مِنْ مُرَاءَاةِ النَّاسِ وَطَلَبِ مَحْمَدَةٍ مِنْهُمْ أَوْ طَمَعٍ  “Pengertian ikhlas adalah seseorang di dalam seluruh ketaatan dan perbuatannya ditujukan semata-mata karena berusaha mendekat kepada Allah ﷻ dan menginginkan kedekatan dan keridhaannya. Tidak ada maksud yang lain seperti ingin pamer, dipuji atau mengharap sesuatu dari makhluk (tamak).” Demikianlah lima harapan saja, yang dibahas oleh khatib dari sekian banyak harapan para aktivis pegiat Ramadhan. Semoga Allah ﷻ mengabulkan semua harapan dan doa tersebut. Amîn ya rabbal ‘alamin.   بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ  


Sumber: https://www.hanapibani.com

Monday, March 27, 2023

KEGIATAN ROMADHAN


Kultum 28 maret 2023 MA/MTS DARUL ULUM Saleh Jaya

Oleh: Ustad Nasrulloh,SPd

Asslmualaikm Ww..

Setiap sesuatu ada hikmahnya dan tujuannya , sedang hikmah tujuan puasa kita adalah harus sesuai dengan tujuan Allah memerintahkan kita puasa. Sebagaimana dalam surat albaqoroh 183.

  یا ایهاالذین امنوا كتب علیكم الصیام كما كتب علی الذین من قبلكم لعلكم تتقون

Para ulama membagi puasa menjadi 3 tingkatan,yaitu:

1.Puasa 'am

2.Puasa khusus

3.Puasa khususul khusus


TADARUS ALQUR'@N

Para santri dan asatid







Syahru romadhan adalah syahrul qur'@n maka sudah seharusnya jika di isi dengan tadarus alqur'@n. Inilah salah satu agenda kegiatan para satri MA /MTs Darul ulum Saleh Jaya dalam mengisi kegiatan di bulan romadhan tahun ini. Setelah sebelumnya di awali dengan sholat dhuha bersama,tadarus alqur'@n menjadi kegiatan kedua yang kemudian dilanjutkan dengan kultum oleh asatid dan tanya jawab dan di tutup dengan sholat dhuhur berjamaah sebelum para santri kembali kerumah masing-masing.Mudah-mudahan keberkahan bulan romadhan tahun ini bersama kita semua amiin..

 wassalamualaikum ww..



ALMUKAROM KH AHMAD FATHONI Samirejo-Dawe-Kudus-JAWA TENGAH

  Biografi KH. Fathoni Kudus: Ulama Kharismatik dan Benteng Banser dari Lereng Muria Di kalangan masyarakat Kudus, khususnya yang berdomisil...