Wednesday, June 3, 2026

ALMUKAROM KH AHMAD FATHONI Samirejo-Dawe-Kudus-JAWA TENGAH

 

Biografi KH. Fathoni Kudus: Ulama Kharismatik dan Benteng Banser dari Lereng Muria
Di kalangan masyarakat Kudus, khususnya yang berdomisili di wilayah Kecamatan Dawe, nama KH. Fathoni bukanlah nama yang asing.
Beliau adalah representasi dari figur ulama yang membumi, seorang pengasuh pesantren yang tidak hanya mumpuni dalam khazanah ilmu agama, tetapi juga seorang pejuang lapangan yang mengorbankan masa mudanya demi tegaknya kedaulatan ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
⚜️ Membina Umat Melalui Pesantren Al-Huda
Sebagai seorang ulama kharismatik, KH. Fathoni mendedikasikan sebagian besar umurnya untuk mengajar dan mendidik masyarakat. Beliau merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Huda yang terletak di Samirejo, Dawe, Kudus.
Di pesantren ini, beliau dikenal oleh para santri dan masyarakat luas sebagai ulama yang menguasai berbagai cabang ilmu agama secara mendalam. Salah satu keahlian khusus yang membuat beliau sangat disegani adalah kedalaman ilmu hikmah yang dimilikinya.
Karamah dan kewibawaan spiritual inilah yang sering kali menjadi jujukan (tempat bersandar) bagi masyarakat yang membutuhkan nasihat, ketenangan batin, maupun solusi atas berbagai persoalan hidup.
⚜️ Sang Komandan: Jiwa Raga untuk Banser dan NU
Kisah hidup KH. Fathoni tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di tanah Kudus. Pada dekade 1960-an sebuah era yang penuh dengan pergolakan politik dan ideologi di Indonesia, beliau berada di garis depan sebagai Komandan Banser.
Di masa-masa sulit itu, KH. Fathoni dikenal sebagai sosok pimpinan yang selalu membakar semangat juang para anggotanya. Beliau bukan tipe pemimpin yang hanya memberi perintah dari balik meja, melainkan ikut turun ke lapangan menjaga para ulama dan menentang pergerakan yang mengancam keutuhan bangsa.
Hebatnya, kecintaan KH. Fathoni pada Banser tidak luntur dimakan usia. Hingga menginjak usia senja, saat fisik tak lagi sekuat dahulu, beliau tetap menyempatkan diri untuk hadir, membimbing, dan memberikan wejangan motivasi kepada kader-kader muda Banser. Bagi beliau, Banser bukan sekadar organisasi, melainkan jalan khidmah (pengabdian) kepada Nahdlatul Ulama.
⚜️ Warisan Perjuangan dan Merawat Ingatan
Api perjuangan KH. Fathoni kini terus menyala melalui keturunannya. Salah satu putra beliau, KH. Muhammad Thoha, melanjutkan estafet perjuangan sang ayah di struktural NU dengan mengemban amanah sebagai Rois Syuriyah MWC NU Kecamatan Dawe. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa sanad perjuangan dan nilai-nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jama'ah) di keluarga beliau tetap terjaga dengan rapat.
Untuk merawat ingatan kolektif akan jasa-jasa beliau, Pondok Pesantren Al-Huda bersama keluarga besar secara rutin menggelar Peringatan Haul. Acara tahunan ini menjadi momentum bagi ribuan santri, alumni, dan masyarakat Dawe untuk berkumpul, melantunkan doa, serta mengenang kembali keteladanan KH. Fathoni bersama sang istri tercinta, Ibu Nyai Aisyah, yang telah setia mendampingi perjuangan dakwah beliau semasa hidup.
Beliau berpulang ke rahmatullah pada tanggal 4 Oktober 2011 dalam usia 77 tahun, meninggalkan warisan spiritual dan semangat
perjuangan yang terus hidup hingga hari ini.


Saturday, May 9, 2026

DOA IKHTIAR TAWAKAL

DUIT




Doc.MI NURFA ER.UJian Madrasah kls6 2026


Kadang kita tidak puas,,kadang kita tidak terima kadang kita masih saja merasa kurang maka disetiap upaya kita DO'@ IKHTIAR &TAWAKAL (DUIT) Yang Harus di istiqomahkan dalam setiap tahapannya dan tetap senantiasa Husnudzan dalam Hasilnya ..maka bersyukur adalah nikmat tertinggi dari semua NikmatNYA...#Doc.MI NURFA ER@Madrasah#Pendidikan

Tuesday, April 14, 2026

TENTANG TUNAS KELAPA

TENTANG TUNAS KELAPA

Tunas kelapa (cikal) adalah lambang Gerakan Pramuka Indonesia yang diciptakan oleh Sunardjo Atmodipuro. Lambang ini bermakna bahwa setiap anggota Pramuka adalah inti bagi kelangsungan bangsa (generasi penerus), memiliki tubuh dan rohani yang kuat, mampu beradaptasi, bertekad lurus mencapai cita-cita mulia, serta berguna bagi nusa dan bangsa. 


Berikut adalah penjabaran makna kiasan lambang tunas kelapa secara mendetail:


Cikal (Tunas yang Tumbuh): Melambangkan bahwa Pramuka adalah inti kelangsungan hidup bangsa, pembawa tunas penerus bangsa yang baru.


Buah Nyiur/Kelapa (Bertahan Lama): Mengkiaskan Pramuka adalah orang yang sehat, kuat, ulet, dan besar tekadnya dalam menghadapi tantangan serta ujian hidup untuk mengabdi pada tanah air.


Tumbuh di Mana Saja (Adaptasi): Melambangkan kemampuan anggota Pramuka untuk menyesuaikan diri dalam masyarakat di mana pun berada.


Tumbuh Menjulang Lurus ke Atas (Cita-cita): Mengkiaskan bahwa Pramuka memiliki cita-cita tinggi, lurus, jujur, dan tidak mudah diombang-ambingkan.


Akar Kuat (Keyakinan): Melambangkan tekad dan keyakinan Pramuka yang berpegang pada dasar-dasar yang benar dan kokoh (Pancasila).


Tumbuhan Serba Guna (Manfaat): Mengkiaskan bahwa Pramuka adalah manusia yang berguna bagi diri sendiri, masyarakat, dan negara. 


Lambang tunas kelapa digunakan secara resmi sebagai panji, bendera, papan nama kwartir, tanda pengenal, dan semua alat administrasi Gerakan Pramuka.

Sunday, November 2, 2025

BELAJAR BERPENDAPAT DAN MENGHARGAI PENDAPAT







Melalui kegiatan OSIS anak belajar untuk berbaur dengan masyarakat yang pada akhirnya suatu saat nanti mereka akan di hadapkan dengan masyarakat yg multi karakter.Memupuk rasa kesadaran memang harus dilatih sejak dini. salah satunya belajar menghargai pendapat dan menjalankan setiap apa yang sudah di sepakati bersama. Dalam Madrasah atau sekolah dikelas atau diorganisasi OSIS kita sering menyelenggarakan pemilihan pengurus OSIS atau pengurus kelas ,ini bentuk latihan bagaimana ditengah-tengah keegoisan akan kepentingan peribadi kita mengutamakan kepentingan bersama . dan itu kita mulai dengan saling menghargai satu sama lain.(Dokumen :Pemilihan OSIS MAMTs DU Saleh jaya 2024-2025)


 

Wednesday, February 26, 2025

5 M TUGAS GURU

5M TUGAS GURU 

Permendikbudristek Nomor 25 Tahun 2024 membawa angin segar bagi dunia pendidikan di Indonesia. Permendikbudristek Nomor 25 Tahun 2024 sebagai aturan perubahan atas Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 yang berbicara tentang pemenuhan beban kerja guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah.

Dikatakan bahwa Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 belum memenuhi perkembangan kebutuhan pengaturan atas penugasan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah. Berikut beberapa terminologi yang dibah dalam peraturan beru tersebut.

Guru adalah pendidik profesional. Ia memiliki tugas utama: mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik.

Sementara itu, kepala sekolah adalah guru yang mendapat tugas tambahan. Tugas tambahan tersebut yaitu memimpin pembelajaran dan mengelola satuan pendidikan.

Pengawas sekolah adalah guru Pegawai Negeri Sipil yang diangkat dalam jabatan pengawas sekolah. Khusus untuk jabatan Pengawas Sekolah telah diatur dalam Permenpan RB Nomor 21 Tahun 2024 tentang Jabatan Fungsional Guru.

Pada Permenpan RB nomor 21 tahun 2024 BAB X Ketentuan Peralihan Pasal (1), akan dilakukan penyesuaian jabatan fungsiona Pengawas Sekolah paling lama Desember 2024.

Guru yang sebelumnya menduduki jabatan fungsional Pengawas Sekolah dan Penilik menerima penugasan sebagai Pendamping Satuan Pendidikan.

Sebagai guru bagi peserta didik, Permendikbudristek Nomor 25 Tahun 2024 secara tegas menggariskan 5 tugas pokok guru yang harus dijalankan, yaitu: 1) merencanakan pembelajaran atau pembimbingan, 2) melaksanakan pembelajaran atau pembimbingan, 3) menilai hasil pembelajaran atau pembimbingan, 4) membimbing dan melatih peserta didik, dan 5) melaksanakan tugas tambahan. Lantas, apa saja yang tercakup dalam 5M ini dan bagaimana implementasinya di lapangan?

Rincian 5M Tugas Guru

Dalam artikel ini dikhususkan bagi guru kelas atau mata pelajaran, sehingga uraian tugas pokoknya sebagai berikut.

Merencanakan Pembelajaran
Yang dilakaukan guru dalam merencanakan pembelajaran adalah mengkaji kurikulum pembelajaran sesuai satuan pendidikan yang diampunya. Guru berkewajiban membuat rencana pelaksanaan pembelajaran sebelum melaksanakan pembelajaran.

Guru ahli pertama melaksanakan tugas sebagaimana paling sedikit menggunakan perangkat pembelajaran yang tersedia dan secara berkala melakukan refleksi untuk peningkatan kualitas kinerja secara berkelanjutan.

Guru ahli muda melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) paling sedikit melakukan modifikasi perangkat pembelajaran yang tersedia dan secara berkala melakukan refleksi untuk peningkatan kualitas kinerja secara berkelanjutan.

Guru ahli madya melaksanakan tugas dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dirancang secara mandiri dan/atau berkolaborasi dengan teman sejawat paling sedikit untuk dirinya sendiri dan secara berkala melakukan refleksi untuk peningkatan kualitas kinerja secara berkelanjutan.

Guru ahli utama melaksanakan tugas dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dirancang secara mandiri dan/atau berkolaborasi dengan teman sejawat untuk dirinya sendiri dan Guru lain, serta secara berkala melakukan refleksi untuk peningkatan kualitas kinerja secara berkelanjutan.

Melaksanakan Pembelajaran
Guru melaksanakan pembelajaran berdasarkan perencanaan yang dibuat. Pembuatan perangkat pembelajaran disesuaikan dengan jenjang jabatan fungsionalnya.

Guru melaksanakan pembelajaran paling sedikit 24 jam pelajaran dan paling banyak 40 jam tatap muka per minggu.

Menilai Hasil Pembelajaran
Menilai merupakan proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik. Hal yang dinilai meliputi sikap, pengetahaun, dan keterampilan.

Membimbing dan Melatih Peserta Didik
Kegiatan pembimbingan dilakukan melalui kegiatan kokurikuler dan/atau kegiatan akstrakurikuler.

Pembimbingan dan pelatihan pada peserta didik agar peserta didik memiliki kecakapan dalam bidang akademik dan nonakademik seperti seni budaya maupun olahraga.

Melaksanakan Tugas Tambahan
Tugas tambahan melekat pada pelaksanaan tugas pokok. Guru dapat diberi tugas tambahan sebagai: 1) wakil kepala satuan pendidikan, 2) ketua program keahlian satuan pendidikan, 3) kepala perpustakaan satuan pendidikan, 4) kepala laboratorium, bengkel, atau pembelajaran industri satuan pendidikan, 5) pembimbing khusus pendidikan inklusif atau terpadu, 6) tugas tambahan lain yang terkait dengan pendidikan di satuan pendidikan.

Saturday, July 20, 2024

DZIKIR SETELAH SHOLAT

DZIKIR SETELAH SHOLAT

 "Tidaklah sama  antara orang yang mau berdzikir pada Tuhannya dan yang tidak, seperti antara orang yang hidup dan yang mati.” Demikian sabda Rasulullah sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari. Dzikir tentu bisa dilakukan kapan saja, baik dalam hati maupun lisan, salah satunya adalah dzikir setelah melaksanaan sembahyang fardhu. Selepas menunaikan shalat fardhu lima waktu, seseorang dianjurkan meluangkan waktu sebentar untuk berdzikir. Amalan ini menjadi rutinitas (wirid) as-salafus shalih yang memiliki dasar yang kuat dari Sunnah Nabi. (Baca: Keutamaan Dzikir Setelah Shalat Wajib) Imam Nawawi dalam kitab al-Adzkar pada Bâbul Adzkâr ba‘dash Shalâh mengatakan bahwa ulama telah bersepakat (ijma’) tentang kesunnahan dzikir usai shalat yang ditopang oleh banyak hadits shahih dengan jenis bacaan yang amat beragam. Berikut ini adalah di antara rangkaian bacaan dzikir sesudah shalat maktubah yang disusun pengasuh Pondok Pesantren Langitan Tuban, KH Muhammad bin Abdullah Faqih (rahimahullâh) sebagaimana dikutip dari Majmû‘ah Maqrûât Yaumiyah wa Usbû‘iyyah. Beliau mengutipnya antara lain dari hadits riwayat Muslim, Bukhari, Abu Dawud, serta kitab Bidâyatul Hidâyah dan lainnya.   Baca juga: Dzikir-Doa Bersama Setelah Shalat, Apakah Bid'ah? 

 Membaca istighfar di bawah ini sebanyak tiga kali:  

 أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمَ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ ×٣ 

. Memuji Allah dengan kalimat:   

 اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام 

Ini berdasarkan hadits riwayat Imam Muslim. Dalam riwayat lain sebagaimana dikutip Bidâyatul Hidâyah: 

  اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَامِ . 

Lalu membaca:   

اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ 

Bacaan ini bisa kita temukan dalam riwayat Imam Muslim dan Imam Muslim (muttafaqun ‘alaih). Dalam Bidâyatul Hidâyah disebutkan: 

   اَللَّهُمَّ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ، وَلاَ مُعْطِيَ لِمَا مَنَعْتَ، وَلَا رَآدَّ لِمَا قَضَيْتَ وَلَا يَنْفَعُ ذَاالْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ 

. Berdoa agar diberi kemampuan untuk mengingat (dzikir), bersyukur, dan beribadah secara baik kepada Allah:   اَللَّـهُمَّ اَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ.   

(HR Abu Dawud) 5. Dilanjutkan dengan membaca: 

  لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ

 (dibaca tiga kali tiap selesai shalat fardhu, khusus setelah maghrib dan shubuh sepuluh kali) 

 Memohon perlindungan dari ganasnya neraka:   

اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ (tujuh kali bakda maghrib dan shubuh) 7. Membaca Ayat Kursi:   

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ. . 

Membaca Surat al-Baqarah ayat 285-286   آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ، كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ، وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ. لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا، لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا، رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا، رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ، وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا، أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ . 

Disambung dengan penggalan dari Surat Ali Imran:

   شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ، لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ، إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ، قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ،  إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ. تُولِجُ اللَّيْلَ فِي النَّهَارِ وَتُولِجُ النَّهَارَ فِي اللَّيْلِ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَيِّ، وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ 10.

 Membaca Surat al-Ikhlas, Surat al-Falaq, Surat an-Nas, lalu Surat al-Fatihah 11. Membaca tasbih, hamdala, dan takbir masing-masing sebanyak 33 kali:  

 سُبْحَانَ اللهِ ×٣٣ اَلْحَمْدُلِلهِ ×٣٣ اَللهُ اَكْبَرْ ×٣٣ 12. 

Kemudian dilanjutkan dengan:   

اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُيُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِا للهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ. أَفْضَلُ ذِكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ  لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ

 (Dibaca 300 kali bakda shubuh, 100 kali bakda isya, 50 kali bakda dhuhur, 50 kali bakda ashar, dan 100 kali bakda maghrib)   صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ   (dibaca bakda shubuh 300 atau 100 kali)   

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ 13. 

Wirid kemudian ditutup dengan doa sesuai dengan apa yang di harapkan masing-masing. semoga manfaat...ANH





___

Wednesday, December 6, 2023

ALLAH MERUBAH NASIB SESEORANG YANG MAU

 Allah Merubah Nasib seseorang


Doc.11A MADU.SAJA 2023

Allah berfirman dalam Ar-Ra'd Ayat 11

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا۟ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

Arab-Latin: Lahụ mu'aqqibātum mim baini yadaihi wa min khalfihī yaḥfaẓụnahụ min amrillāh, innallāha lā yugayyiru mā biqaumin ḥattā yugayyirụ mā bi`anfusihim, wa iżā arādallāhu biqaumin sū`an fa lā maradda lah, wa mā lahum min dụnihī miw wāl

Artinya: Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.

Tafsir Surat Ar-Rad Ayat 11

Tafsir Kementrian Agama (Kemenag)

Menurut tafsir Kemenag, surat Arra'd ayat 11 menjelaskan tentang kuasa Allah SWT yang Maha Mengetahui. Tidak saja mengetahui sesuatu yang tersembunyi di malam hari dan yang tampak di siang hari, Allah SWT, melalui para malaikat-Nya, juga mengawasi dengan cermat dan teliti.

Bagi manusia, ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga dan mengawasi-Nya secara bergiliran, dari depan dan dari belakangnya. Mereka menjaga dan mengawasinya atas perintah Allah SWT. Sesungguhnya Allah SWT yang Maha Kuasa tidak akan mengubah keadaan suatu kaum dari suatu kondisi ke kondisi yang lain, sebelum mereka mengubah keadaan diri menyangkut sikap mental dan pemikiran mereka sendiri.

Dan apabila, andaikata, Allah SWT menghendaki keburukan terhadap suatu kaum -dan ini adalah hal yang mustahil bagi Allah- maka tak ada kekuatan apa pun yang dapat menolaknya dan tidak ada yang dapat menjadi pelindung bagi mereka selain Dia.

Tafsir Al-Mishbah

Ulama tafsir Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah menjelaskan bahwa sesungguhnya Allah-lah yang memelihara kalian (manusia). Setiap manusia memiliki sejumlah malaikat yang bertugas -atas perintah Allah SWT- untuk menjaga dan memeliharanya.

Mereka ada yang menjaga dari arah depan dan ada juga yang menjaga dari arah belakang. Demikian pula, Allah SWT tidak akan mengubah nasib suatu bangsa dari susah menjadi bahagia, atau dari kuat menjadi lemah, sebelum mereka sendiri mengubah apa yang ada pada diri mereka sesuai dengan keadaan yang akan mereka jalani.

Apabila Allah SWT telah berkehendak memberikan bencana kepada suatu bangsa, tidak akan ada seorang pun yang dapat melindungi mereka dari bencana itu. Tidak ada seorang pun yang mengendalikan urusan kalian hingga dapat menolak bencana itu.

Tafsir al-Jalalain

Dalam tafsir al-Jalalain yang disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi, surat Ar-Rad ayat 11 menjelaskan tentang, (Baginya) manusia (ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran) para malaikat yang bertugas mengawasinya (di muka) di hadapannya (dan di belakangnya) dari belakangnya (mereka menjaganya atas perintah Allah SWT) berdasarkan perintah Allah SWT, dari gangguan jin dan makhluk-makhluk yang lainnya.

(Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum) artinya Dia tidak mencabut dari mereka nikmat-Nya (sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri) dari keadaan yang baik dengan melakukan perbuatan durhaka.

(Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum) yakni menimpakan azab (maka tak ada yang dapat menolaknya) dari siksaan-siksaan tersebut dan pula dari hal-hal lainnya yang telah dipastikan-Nya (dan sekali-kali tak ada bagi mereka) bagi orang-orang yang telah dikehendaki keburukan oleh Allah (selain Dia) selain Allah sendiri (seorang penolong pun) yang dapat mencegah datangnya azab Allah terhadap mereka..

By ANH


ALMUKAROM KH AHMAD FATHONI Samirejo-Dawe-Kudus-JAWA TENGAH

  Biografi KH. Fathoni Kudus: Ulama Kharismatik dan Benteng Banser dari Lereng Muria Di kalangan masyarakat Kudus, khususnya yang berdomisil...